Skip to content
February 13, 2026
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • VK
  • Youtube
  • Instagram

informasi indonesia

Informasi Indonesia Terkini Seputar Negara KONOHA

banner-promo-full-blue-revised
Primary Menu
  • Home
  • Single Post
  • Main Banner
    • Free
      • Tab, Slider and Trending
      • Editor, Slider and Tab
      • Slider and Trending
      • Slider, Editor and Tab
    • Pro
      • Tab, Slider and Trending
      • Tab, Slider and Editor
      • Slider, Editor and Trending
      • Slider and Trending
      • Slider and Tab
      • Slider and Editor
      • Carousel
  • Archive
    • Free
      • List Layout
      • List Right Layout
      • Full Title after Image
      • Full Title before Image
    • Pro
      • 2 Column Grid
      • 3 Column Grid
      • List Layout
      • List Right Layout
      • List Alternative
      • Masonry
      • Full Title after Image
      • Full Title before Image
      • Full Title over Image
  • All Demos
    • Free
      • Sport
      • Fashion
      • Classic
      • Food Recipe
      • Travel
    • Pro
      • Morenews Pro
      • Sport Pro
      • Fashion Pro
      • Classic Pro
      • Food Recipe Pro
      • Travel Pro
      • Online Mag Pro
      • Crypto News Pro
      • Fitness Pro
Watch Videos
  • Home
  • Business
  • Petani Aceh Tengah Terpaksa Pikul Cabai ke Lhokseumawe Akibat Jalan Putus Pascabencana
  • Business

Petani Aceh Tengah Terpaksa Pikul Cabai ke Lhokseumawe Akibat Jalan Putus Pascabencana

Matthew King December 21, 2025
Petani Aceh Tengah Terpaksa Pikul Cabai ke Lhokseumawe Akibat Jalan Putus Pascabencana

Petani Aceh Tengah

Kondisi infrastruktur yang rusak parah pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tengah berdampak langsung pada aktivitas ekonomi warga. Sejumlah petani di Kecamatan Ketol terpaksa berjalan kaki sambil memikul cabai rawit menuju Kota Lhokseumawe karena akses jalan utama belum dapat dilalui kendaraan.

Bencana yang terjadi dua pekan lalu itu menyebabkan beberapa titik jalan tertutup longsor dan lumpur tebal, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas. Akibatnya, distribusi hasil pertanian terganggu dan harga bahan pokok di kampung melonjak tajam.

Salah seorang petani, Riza Alpiandi, mengatakan dirinya bersama ayah, paman, dan iparnya nekat menempuh perjalanan panjang demi menjual hasil panen.

“Karena jalan putus, kami tidak bisa menggunakan kendaraan. Kalaupun bisa, hanya sampai Kampung Buntul. Selebihnya kami harus berjalan kaki melewati lumpur setinggi lutut selama sekitar empat jam,” ujar Riza di Lhokseumawe, Jumat.

Menempuh Jalur Ekstrem Demi Bertahan Hidup

Riza dan keluarganya berangkat dari kampung halaman di Kecamatan Ketol dengan sepeda motor hingga Kampung Buntul, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah. Dari titik tersebut, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju Kampung Kem sejauh kurang lebih 20 kilometer.

Medan yang dilalui tidak mudah. Selain licin dan berlumpur, beberapa bagian jalan masih tertutup material longsor. Para petani harus berhati-hati agar tidak terpeleset atau terperosok, terlebih mereka memanggul karung cabai seberat 25 hingga 33 kilogram.

“Kalau terpeleset, bisa bahaya. Tapi kami saling bantu satu sama lain sepanjang jalan,” kata Riza.

Setibanya di Kampung Kem, perjalanan dilanjutkan dengan menaiki ojek menuju Kota Lhokseumawe. Ongkos ojek tersebut sebesar Rp50 ribu per orang, angka yang dianggap wajar mengingat medan ekstrem yang harus dilalui pengendara.

Harga Pangan Melonjak, Petani Terdesak

Keputusan para petani Aceh Tengah pikul cabai ke luar daerah dipicu oleh melonjaknya harga kebutuhan pokok di kampung pascabencana. Beras yang sebelumnya dijual sekitar Rp230 ribu per karung, kini mencapai Rp400 ribu hingga Rp500 ribu.

“Kami harus bawa pulang beras. Kalau cabai tidak kami jual ke kota, keluarga di rumah tidak bisa makan,” ungkap Riza.

Situasi ini membuat para petani berada dalam posisi terjepit. Di satu sisi harga hasil panen di daerah asal sangat rendah, sementara di sisi lain kebutuhan hidup justru melonjak.

Selisih Harga Cabai Sangat Jauh

Petani lainnya, Muslim, menjelaskan bahwa harga cabai di Aceh Tengah saat ini hanya sekitar Rp10 ribu per kilogram. Angka tersebut tidak sebanding dengan biaya produksi dan kebutuhan rumah tangga.

Sebaliknya, di Kota Lhokseumawe harga cabai bisa mencapai Rp40 ribu per kilogram. Selisih harga yang cukup jauh itulah yang mendorong para petani rela menempuh perjalanan berat dan berisiko.

“Cabai kami panen sehari sebelum berangkat, sore harinya, supaya tetap segar saat dijual. Kami berharap cepat laku,” kata Muslim.

Solidaritas Warga di Tengah Krisis

Dalam perjalanan yang melelahkan itu, solidaritas antarwarga menjadi kekuatan utama. Para petani saling membantu mengangkat beban, sementara pengojek lokal turut membantu mengangkut mereka melewati jalur yang tidak bisa dilalui kendaraan biasa.

“Di tengah kondisi seperti ini, kami saling bantu. Ojek di sana sangat membantu, apalagi jalannya ekstrem,” ujar Riza.

Kisah ini menjadi gambaran nyata bagaimana masyarakat kecil bertahan hidup di tengah keterbatasan pascabencana, dengan mengandalkan tenaga sendiri dan kebersamaan.

Infrastruktur Rusak Lumpuhkan Ekonomi

Terputusnya akses jalan berdampak besar pada rantai distribusi hasil pertanian. Tanpa jalur transportasi yang layak, petani kesulitan menjual hasil panen, sementara harga kebutuhan pokok di daerah terisolasi terus naik.

Kondisi serupa kerap terjadi di wilayah terdampak bencana, terutama di daerah pegunungan. Informasi dan laporan seputar kondisi daerah pascabencana dapat terus diikuti melalui informasindonesia.com sebagai referensi tambahan.

Harapan Besar kepada Pemerintah

Para petani berharap pemerintah segera memperbaiki akses jalan yang rusak akibat banjir bandang dan tanah longsor. Perbaikan infrastruktur dinilai sangat penting agar aktivitas ekonomi kembali normal dan risiko keselamatan warga dapat ditekan.

“Kami cuma ingin jalan cepat diperbaiki. Kalau akses normal, kami tidak perlu lagi memikul hasil panen sejauh itu,” ujar Muslim.

Selain perbaikan jalan, petani juga berharap adanya perhatian pemerintah terhadap stabilitas harga hasil pertanian di wilayah terdampak bencana.

Potret Ketangguhan Petani Aceh Tengah

Perjuangan petani Aceh Tengah memikul cabai ke Lhokseumawe menjadi potret nyata ketangguhan masyarakat desa dalam menghadapi krisis. Di tengah keterbatasan akses, tekanan ekonomi, dan ancaman keselamatan, mereka tetap berjuang demi keluarga.

Kisah ini menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya soal bantuan darurat, tetapi juga percepatan perbaikan infrastruktur dan keberlanjutan ekonomi warga agar mereka bisa bangkit dan hidup normal kembali.

About the Author

Matthew King

Administrator

View All Posts

Post navigation

Previous: BNI & BUMN Peduli Gerak Cepat Salurkan Bantuan Nyata bagi Warga Terdampak Bencana di Sumatra
Next: Setelah Jadi Tersangka, Bupati Bekasi Titip Pesan untuk Gubernur Jawa Barat

Related Stories

Mengajukan KUR: Tips Mengajukan KUR (Kredit Usaha Rakyat) dengan Persetujuan Tinggi
  • Business

Mengajukan KUR: Tips Mengajukan KUR (Kredit Usaha Rakyat) dengan Persetujuan Tinggi

Matthew King January 16, 2026
KUHP dan KUHAP Baru, Kejagung Tegaskan Restorative Justice
  • Business

KUHP dan KUHAP Baru, Kejagung Tegaskan Restorative Justice Bukan Alat Dagang Perkara

Matthew King January 9, 2026
DPR Minta OJK Hapus Aturan yang Membolehkan Debt Collector Pihak Ketiga
  • Business

DPR Minta OJK Hapus Aturan yang Membolehkan Debt Collector Pihak Ketiga

Matthew King December 16, 2025

Trending News

KBRI Tehran Imbau WNI Tingkatkan Kewaspadaan di Iran di Tengah Situasi Keamanan Regional KBRI Tehran Imbau WNI Tingkatkan Kewaspadaan di Iran di Tengah Situasi Keamanan Regional 1
  • Newsbeat

KBRI Tehran Imbau WNI Tingkatkan Kewaspadaan di Iran di Tengah Situasi Keamanan Regional

January 17, 2026
Mengajukan KUR: Tips Mengajukan KUR (Kredit Usaha Rakyat) dengan Persetujuan Tinggi Mengajukan KUR: Tips Mengajukan KUR (Kredit Usaha Rakyat) dengan Persetujuan Tinggi 2
  • Business

Mengajukan KUR: Tips Mengajukan KUR (Kredit Usaha Rakyat) dengan Persetujuan Tinggi

January 16, 2026
Green Jobs: Apa Itu Green Jobs? Profesi Baru yang Akan Banyak Dicari Green Jobs: Apa Itu Green Jobs? Profesi Baru yang Akan Banyak Dicari 3
  • Health

Green Jobs: Apa Itu Green Jobs? Profesi Baru yang Akan Banyak Dicari

January 15, 2026
Istri Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya Diperiksa KPK, Ini Rangkaian Kasusnya Istri Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya Diperiksa KPK, Ini Rangkaian Kasusnya 4
  • News

Istri Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya Diperiksa KPK, Ini Rangkaian Kasusnya

January 14, 2026
AS Dukung Penuh Pelestarian Warisan Budaya dan Koleksi Museum Indonesia AS Dukung Penuh Pelestarian Warisan Budaya 5
  • News

AS Dukung Penuh Pelestarian Warisan Budaya dan Koleksi Museum Indonesia

January 13, 2026

Categories

Animal Baju Business E-commerce Finance Health Marketing News Newsbeat Online Games Pet Care Property Science Sports Stories Tech Technology Travel Uncategorized Viral World

Connect with Us

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • VK
  • Youtube
  • Instagram

You may have missed

KBRI Tehran Imbau WNI Tingkatkan Kewaspadaan di Iran di Tengah Situasi Keamanan Regional
  • Newsbeat

KBRI Tehran Imbau WNI Tingkatkan Kewaspadaan di Iran di Tengah Situasi Keamanan Regional

Matthew King January 17, 2026
Mengajukan KUR: Tips Mengajukan KUR (Kredit Usaha Rakyat) dengan Persetujuan Tinggi
  • Business

Mengajukan KUR: Tips Mengajukan KUR (Kredit Usaha Rakyat) dengan Persetujuan Tinggi

Matthew King January 16, 2026
Green Jobs: Apa Itu Green Jobs? Profesi Baru yang Akan Banyak Dicari
  • Health

Green Jobs: Apa Itu Green Jobs? Profesi Baru yang Akan Banyak Dicari

Matthew King January 15, 2026
Istri Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya Diperiksa KPK, Ini Rangkaian Kasusnya
  • News

Istri Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya Diperiksa KPK, Ini Rangkaian Kasusnya

Matthew King January 14, 2026

author

Joker Eighty One

Informasi Indonesia

Informasi Indonesia Terupdate Seputar Negara Indonesia.

https://linklist.bio/joker81official

joker81 link alternatif

joker81 link login

joker81 link

joker81 Official

Tags

AI Tools Berita Korupsi Wakanda Daftar Kasus Korupsi Terbaru Fashion Fasilitas Bathub Hotel Budget-Friendly di Bali Hotel dengan Kolam Renang Hotel Murah di Bali Kecerdasan Buatan Keuangan Digital Koruptor Wakanda Terkenal Mendapatkan Uang Peluang Uang Online Pemberantasan Korupsi Penghasilan Online Penginapan Hemat di Bali Penyalahgunaan Kekuasaan di Wakanda Pertanggungjawaban Pemerintah Wakanda Reformasi Sistem Hukum Wakanda Skandal Korupsi Wakanda Sport Strategi Pemasaran AI Teknologi AI Tindak Pidana Korupsi Tips Bisnis AI Transformasi Bisnis AI Transparansi Keuangan Wakanda

Categories

Animal Baju Business E-commerce Finance Health Marketing News Newsbeat Online Games Pet Care Property Science Sports Stories Tech Technology Travel Uncategorized Viral World

Recent Posts

  • KBRI Tehran Imbau WNI Tingkatkan Kewaspadaan di Iran di Tengah Situasi Keamanan Regional
  • Mengajukan KUR: Tips Mengajukan KUR (Kredit Usaha Rakyat) dengan Persetujuan Tinggi
  • Green Jobs: Apa Itu Green Jobs? Profesi Baru yang Akan Banyak Dicari
  • Istri Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya Diperiksa KPK, Ini Rangkaian Kasusnya
  • AS Dukung Penuh Pelestarian Warisan Budaya dan Koleksi Museum Indonesia
  • Home
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • VK
  • Youtube
  • Instagram
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.