Warisan Budaya
AS Dukung Penuh Pelestarian Warisan Budaya Indonesia
Amerika Serikat kembali menegaskan komitmennya dalam pelestarian warisan budaya Indonesia. Dukungan ini disampaikan dalam pertemuan antara Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Peter M. Haymond, dengan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, yang berlangsung pada Senin, 12 Januari 2026.
Pertemuan tersebut menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjadi kepentingan nasional Indonesia, tetapi juga bagian dari komitmen global dalam menjaga identitas, sejarah, dan nilai-nilai kemanusiaan. Amerika Serikat memandang Indonesia sebagai mitra strategis dalam diplomasi kebudayaan di kawasan Asia Tenggara.
Pelestarian Warisan Budaya Indonesia sebagai Agenda Bersama
Dalam pertemuan tersebut, Peter M. Haymond menekankan bahwa Amerika Serikat memiliki rekam jejak panjang dalam mendukung pelestarian warisan budaya Indonesia. Kerja sama ini mencakup pelestarian bahasa daerah, tradisi lokal, situs bersejarah, hingga dokumentasi koleksi museum.
โAmerika Serikat bangga mendukung pelestarian warisan kebudayaan di Indonesia. Kita memiliki rekam jejak kerja sama yang panjang dan berbagai peluang di masa depan,โ ujar Haymond dalam keterangan pers.
Menurutnya, warisan budaya Indonesia merupakan aset dunia yang perlu dijaga secara kolaboratif. Dukungan ini juga mencerminkan komitmen Amerika Serikat dalam memperkuat hubungan bilateral melalui jalur non-politik, yaitu diplomasi budaya.
Peran U.S. Ambassadors Fund for Cultural Preservation
Salah satu bentuk nyata dukungan Amerika Serikat adalah melalui U.S. Ambassadors Fund for Cultural Preservation (AFCP). Program ini merupakan inisiatif global Departemen Luar Negeri Amerika Serikat yang telah berjalan lebih dari dua dekade.
Melalui AFCP, berbagai proyek pelestarian budaya telah dilaksanakan di Indonesia, antara lain:
- Konservasi situs arkeologi dan bangunan bersejarah
- Pelestarian manuskrip kuno dan arsip bersejarah
- Dokumentasi tradisi budaya takbenda
- Penguatan kapasitas museum dan lembaga kebudayaan
Program ini dinilai memberikan dampak signifikan dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya Indonesia, terutama di tengah tantangan modernisasi dan globalisasi.
Dukungan terhadap Koleksi Museum Indonesia
Selain situs budaya, Amerika Serikat juga menaruh perhatian besar terhadap koleksi museum Indonesia. Haymond menyoroti pentingnya pendokumentasian, konservasi, serta peningkatan standar pengelolaan museum agar koleksi bersejarah dapat terjaga dengan baik dan diakses oleh generasi mendatang.
Kerja sama ini mencakup pelatihan tenaga museum, penggunaan teknologi digital untuk dokumentasi koleksi, serta penguatan sistem konservasi berbasis standar internasional. Upaya tersebut sejalan dengan praktik terbaik yang diterapkan di berbagai museum dunia.
Peluang Kerja Sama Pengembalian Artefak Budaya
Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas peluang kerja sama terkait proses pengembalian artefak budaya. Isu repatriasi artefak menjadi perhatian global seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya keadilan sejarah dan hak negara asal atas warisan budayanya.
Amerika Serikat menyatakan kesiapan untuk berdialog dan bekerja sama dalam proses pengembalian artefak, sesuai dengan ketentuan hukum dan prinsip internasional. Langkah ini dipandang sebagai bagian dari penguatan etika global dalam pengelolaan warisan budaya.
Pelestarian Budaya dan Prinsip UNESCO
Kerja sama kebudayaan antara Indonesia dan Amerika Serikat juga sejalan dengan prinsip-prinsip yang diusung oleh UNESCO. Pelestarian warisan budaya tidak hanya bertujuan menjaga benda fisik, tetapi juga nilai, pengetahuan, dan identitas yang melekat di dalamnya.
Pelestarian budaya dinilai berkontribusi pada:
- Pendidikan dan transfer pengetahuan lintas generasi
- Dialog antarbudaya dan toleransi global
- Pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata budaya
Dengan demikian, pelestarian budaya menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan berkelanjutan.

Diplomasi Budaya IndonesiaโAmerika Serikat
Pertemuan antara Peter M. Haymond dan Menteri Fadli Zon mencerminkan penguatan diplomasi budaya sebagai pilar hubungan bilateral IndonesiaโAmerika Serikat. Di tengah dinamika geopolitik global, kerja sama budaya dinilai mampu menjadi jembatan yang mempererat saling pengertian antarbangsa.
Diplomasi budaya juga membuka ruang kolaborasi yang lebih inklusif, melibatkan akademisi, komunitas budaya, museum, dan generasi muda dari kedua negara.
Komitmen Jangka Panjang Pelestarian Warisan Budaya
Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat sepakat bahwa pelestarian warisan budaya Indonesia membutuhkan komitmen jangka panjang. Tantangan seperti perubahan iklim, urbanisasi, dan kurangnya kesadaran publik menjadi faktor yang harus dihadapi bersama.
Melalui kerja sama internasional, penguatan kebijakan nasional, dan partisipasi masyarakat, warisan budaya Indonesia diharapkan tetap lestari dan relevan bagi generasi masa depan.
Kesimpulan
Dukungan Amerika Serikat terhadap pelestarian warisan budaya Indonesia menegaskan bahwa kebudayaan merupakan aset global yang harus dijaga secara kolektif. Melalui program hibah, kerja sama museum, dokumentasi budaya, hingga peluang pengembalian artefak, hubungan IndonesiaโAS terus diperkuat melalui jalur diplomasi budaya.
Kolaborasi ini tidak hanya menjaga sejarah dan identitas bangsa, tetapi juga membangun jembatan pemahaman dan kemitraan jangka panjang di tingkat internasional.