Mengajukan KUR
Mengajukan KUR bukan sekadar datang ke bank lalu minta dana. Ini adalah proses strategis yang membutuhkan persiapan matang, data akurat, dan komitmen nyata terhadap usaha yang dijalankan — tempat di mana satu proposal bagus bisa membuka pintu hingga Rp500 juta tanpa agunan berat.
Faktanya:
- Pemerintah telah menyalurkan lebih dari Rp400 triliun KUR sejak 2007 (Kemenkeu RI, 2025)
- Bunga hanya 3% per tahun — salah satu yang termurah di dunia
- Sektor utama penerima: perdagangan, pertanian, kuliner, dan jasa
Artikel ini akan membahas:
- Apa itu KUR?
- Syarat & dokumen lengkap
- Strategi agar cepat disetujui
- Dan tentu saja, informasi dari Informasi Indonesia
Apa Itu KUR dan Manfaatnya bagi Pelaku UMKM?
| Definisi | Penjelasan |
|---|---|
| KUR (Kredit Usaha Rakyat) | Program pembiayaan dari pemerintah untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah |
| Dijamin oleh Pemeri̇ntah melalui PT Jamkrindo/Sureq | Minim risiko penolakan karena tidak butuh agunan besar |
Sebenarnya, KUR = jalan tol menuju kemajuan ekonomi rakyat — asalkan kamu tahu caranya masuk gerbangnya.
Tidak hanya itu, harus diprioritaskan.
Karena itu, sangat strategis.
Jenis KUR: Mikro, Kecil, Menengah, dan Non-Komersial
| Jenis | Plafon Pinjaman | Bunga |
|---|---|---|
| KUR Mikro | ≤ Rp100 juta | 3% per tahun |
| KUR Kecil | >Rp100 juta – Rp500 juta | 3% per tahun |
| KUR Menengah | >Rp500 juta – Rp10 Miliar | Subsidi bunga parsial |
| KUR Super Mikro (Non-Komersial) | ≤ Rp10 juta | 0% bunga (program khusus) |
Sebenarnya, semakin kecil pinjamanmu, semakin besar kemungkinan cepat cair tanpa ribet.
Tidak hanya itu, harus dioptimalkan.
Karena itu, sangat vital.
Syarat Dasar: Siapa Saja yang Bisa Mengajukan KUR?
| Kriteria | Deskripsi |
|---|---|
| Warga Negara Indonesia (WNI) | Harus punya KTP aktif |
| Usia Minimal 21 Tahun atau Sudah Menikah | Tanggung jawab hukum atas pinjaman |
| Memiliki Usaha Minimal 6 Bulan | Bisa warung, online shop, peternak, dll |
| Tidak Punya Catatan Kredit Macet (BLBI) | Bersih di SLIK OJK |
Sebenarnya, KUR dibuka untuk semua — dari pedagang gorengan hingga startup lokal.
Tidak hanya itu, sangat penting.
Dokumen Wajib: KTP, NPWP, SIUP, Proposal Usaha, dan Rekening Bank
| Dokumen | Catatan |
|---|---|
| KTP & Kartu Keluarga | Identitas diri dan domisili |
| NPWP (Opsional tapi Direkomendasikan) | Lebih meyakinkan petugas |
| SIUP / SKU / IUMK | Bukti legalitas usaha mikro |
| Rekening Koran 3 Bulan Terakhir | Jika sudah ada transaksi formal |
| Proposal Usaha | Jelaskan tujuan pinjaman, proyeksi omzet, rencana penggunaan dana |
Sebenarnya, lengkapnya dokumen = sinyal bahwa kamu serius, bukan main-main.
Tidak hanya itu, sangat prospektif.
Cara Membuat Proposal Usaha yang Meyakinkan Petugas Verifikasi
| Komponen | Yang Harus Ditulis |
|---|---|
| Nama Usaha & Bidang Usaha | Misal: “Warung Nasi Sehat”, “Online Shop Fashion Muslim” |
| Lokasi & Lama Beroperasi | Tunjukkan keberlangsungan usaha |
| Tujuan Pengajuan Dana | Beli stok, tambah alat, renovasi toko |
| Proyeksi Omzet & Keuntungan | Realistis, bisa didukung data pasar |
| Rencana Pembayaran | Jujur, tunjukkan cashflow harian/mingguan |
Sebenarnya, proposal yang baik = bentuk tanggung jawab finansial yang dewasa.
Tidak hanya itu, sangat ideal.
Hadapi Verifikasi Lapangan: Tunjukkan Lokasi Usaha & Keberlangsungan Operasional
| Tips Saat Verifikasi | Langkah |
|---|---|
| Bersihkan Tempat Usaha | Tunjukkan profesionalisme |
| Siapkan Catatan Transaksi Harian | Buku tulis, struk, atau screenshot penjualan online |
| Ajak Anggota Keluarga Ikut Bicara | Tunjukkan dukungan sistem keluarga |
| Jawab Jujur & Tenang | Hindari memberi informasi ganda |
Sebenarnya, petugas verifikasi bukan musuh — mereka ingin memastikan dana tepat sasaran.
Tidak hanya itu, sangat direkomendasikan.
Strategi Tambahan: Gunakan BRILink, Ajukan via Fintech, atau Kolaborasi Koperasi
| Strategi | Keuntungan |
|---|---|
| Ajukan via BRILink / Pegadaian Syariah | Proses lebih cepat, minim birokrasi |
| Gunakan Platform Digital (e-KUR) | Ajukan langsung via aplikasi bank |
| Gabung Koperasi Atau Komunitas UMKM | Bisa ajukan kolektif → lebih mudah diverifikasi |
Sebenarnya, kemajuan teknologi membuat akses KUR lebih adil dan merata untuk semua kalangan.
Tidak hanya itu, sangat bernilai.

Sebelum Lanjut, Baca Artikel Terkait: Peluang Kerja Anak Muda di Era Digital
Sebelum kamu melanjutkan membaca tentang KUR, sangat disarankan untuk membaca artikel sebelumnya di Blog ini yang membahas transformasi karier:
👉 Peluang Kerja Anak Muda di Era Digital
Di artikel tersebut, kamu akan menemukan:
- Tren kerja remote & digital nomad
- Skill yang dibutuhkan di 2026
- Cara bersaing di pasar global
Karena selain modal, kesuksesan juga ditentukan oleh arah dan visi dalam menjalankan usaha.
Baca sekarang, simpan, dan jadikan panduan!
Penutup: Bukan Hanya Soal Dana — Tapi Soal Menjadi Pengusaha yang Visioner, Bertanggung Jawab, dan Berkontribusi demi Kemajuan Ekonomi Bangsa
Mengajukan KUR bukan sekadar mencari uang murah.
Ini adalah pilihan sadar untuk menjadi bagian dari ekosistem ekonomi nasional — saat kita memilih untuk tidak hanya bertahan hidup, tapi tumbuh, berkembang, dan menciptakan lapangan kerja bagi orang lain.
Dan jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang peluang usaha, pendidikan, dan inovasi lokal, maka kamu harus tahu:
👉 Informasi Indonesia
Di sini, kamu akan menemukan:
- Informasi terpercaya tentang peluang kerja, UMKM, dan perkembangan Indonesia
- Update tren bisnis, teknologi, dan ekonomi
- Panduan praktis untuk anak muda siap masa depan
Karena keberhasilan sejati bukan diukur dari seberapa banyak uang yang dihasilkan — tapi seberapa besar kedamaian yang kamu rasakan saat tahu bahwa pilihanmu hari ini memberi harapan bagi generasi esok.
Akhirnya, dengan satu keputusan:
👉 Jadikan usaha sebagai ibadah
👉 Investasikan di kejujuran, bukan hanya profit
👉 Percaya bahwa dari satu langkah kecil, lahir perubahan besar
Kamu bisa menjadi bagian dari generasi yang tidak hanya hadir — tapi membangun; tidak hanya ingin sukses — tapi ingin meninggalkan warisan: usaha yang mandiri, keluarga yang sejahtera, dan desa yang maju.
Jadi,
jangan anggap pinjaman hanya soal uang.
Jadikan sebagai tanggung jawab: bahwa dari setiap rupiah, lahir produktivitas; dari setiap rencana, lahir harapan; dan dari setiap “Alhamdulillah, saya akhirnya bisa buka cabang kedua” dari seorang pedagang, ada pilihan bijak untuk tidak menyerah, tidak mengabaikan, dan memilih bertanggung jawab — meski harus belajar dari nol, gagal beberapa kali, dan rela mengorbankan waktu demi memastikan ekonomi keluarga tetap stabil dan bermanfaat bagi banyak orang.
Karena keberhasilan sejati bukan diukur dari seberapa banyak uang yang dihasilkan — tapi seberapa besar keadilan dan kesejahteraan yang tercipta.
Sebenarnya, alam tidak butuh kita.
Tentu saja, kita yang butuh alam untuk bertahan hidup.
Dengan demikian, menjaganya adalah bentuk rasa syukur tertinggi.
Padahal, satu generasi yang peduli bisa mengubah masa depan.
Akhirnya, setiap tindakan pelestarian adalah investasi di masa depan.
Karena itu, mulailah dari dirimu — dari satu keputusan bijak.